Pemanfaatan Limbah sebagai Media Budidaya Maggot untuk Pakan Tambahan pada Budidaya Pembesaran Lele
presentasi dalam:
FORUM GROUP DISCUTION
(FGD) PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE ORGANIK, GURIH ALAMI, Klaten 17
September 2011
Oleh : Eddy Santoso
Tujuan :
memberikan wacana tentang pemanfaatan berbagai macam limbah organik
yang mudah didapatkan (diaplikasikan) untuk budiday maggot dari Lalat
Hijau (Calliphora sp)
yang mudah ditemui disekitar kita.
Batasan : Pakan tambahan dalam
bentuk pakan hidup tidak dapat menggantikan (men subtitusi) fungsi
pellet secara utuh, untuk tambahan / subtitusi disarankan hanya 20%-30%
Pendahuluan
Seperti kita ketahui
bersama, pakan merupakan biaya terbesar dalam budidaya pembesaran lele
(50-70%). Untuk itu perlu adanya terobosan yang sifatnya sederhana serta
aplikatif oleh pembudidaya pembesaran lele. Salah satunya adalah
budidaya Maggot yang sudah banyak kita dengar sejak tahun 2005. Dari
berbagai penelitian oleh ilmuwan–ilmuwan kita, saya berusaha
merangkumnya dengan tujuan agar lebih mudah diaplikasikan sendiri oleh
pembudidaya lele.
Maggot sebagai salah satu sumber protein
hewani (30-45% protein) sangat potensial sebagai pakan tambahan utk
budidaya pembesaran lele, kelebihan lain dari belatung ini memiliki
kandungan antimikroba dan anti jamur, sehingga apabila dikonsumsi oleh
ikan akan tahan terhadap penyakit bakterial dan jamur. Maggot dapat
dihasilkan dari 2 jenis lalat yaitu Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dan
lalat hijau (Calliphora sp).
Dari berbagai penelitian dapat dirangkum teknis budidaya Maggot yang
sederhana dan aplikatif sebagai berikut:
- Jenis Lalat yang dipakai : lalat hijau (Calliphora sp)
- Sistem budidaya terbuka dengan fermentasi media menggunakan mikrobia probiotik untuk meningkatkan kandungan nutrisi limbah serta menekan bakteri dan jamur yg merugikan pada media.
- Media : Syarat utama media adalah masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, pemilihan jenis media sangat berpengaruh terhadap maggot yang dihasilkan.
- Ampas Tahu + probiotik (BeKa Fish
Probiotik) :
Mudah didapat, murah, proses
fermentasi relatif cepat (7 hari)
- Limbah kotoran Ayam / Puyuh +
Probiotik (BeKa Chick Probiotik) :
Mudah
didapat, murah, proses fermentasi agak lama (30 hari)
- Limbah
Sawit (Palm Kerneal Meal) + Probiotik (BeKa Decomposer Plus):
Tidak mudah didapat, proses fermentasi agak lama (30 hari)
- Limbah
kotoran Cattle (Sapi, Kambing dan hewan berkaki 4 lainnya) + Probiotik
(BeKa Decomposer Plus) :
Mudah didapat, murah,
proses fermentasi agak lama (30 hari)
- Media lainnya (sampah2 organik)
4. Cara Kerja : (pada Forum FDG hanya dibahas ampas
tahu)
- Fermentasi
media :
- Ampas tahu : 30 kg + air 15 liter + 5 cc BeKa Fsih Probiotik kemudian dimasukan ke dalam tong plastik, ditutup dengan sedikit lubang udara, timbun dengan sekam padi untuk mempertahankan suhu. Proses fermentasi ini memerlukan waktu selama 7 hari.
- Untuk cara fermentasai media lainnya tidak dibahas dalam forum ini, mengingat keterbatasan waktu.
- Telur diperoleh dari lalat liar atau serangga
bunga. Pada forum ini kita hanya membahas lalat hijau yg mudah
didapatkan. Untuk merangsang agar lalat mau bertelur dilakukan dengan
menempatkan ikan mati yang sudah dipotong-potong kemudian disimpan dalam
wadah seperti baki plastik atau petridish yang selanjutnya ditempatkan
dalam ruang terbuka.
- Setelah diperoleh telur,
kemudian disimpan dalam media kultur maggot. Pemeliharaan dalam media
kultur dilakukan selama 4-5 hari. Setelah itu magot dapat dipanen,
dengan cara dipisahkan dari media kultur dan berbagai kotoran lainnya.
Adapun untuk larva magot dari serangga bunga pemeliharaan dalam media
kultur memerlukan waktu 5-7 hari.
5. Beberapa Hasil & Pembahasan Penelitian
tentang Budidaya Maggot:
Beberapa
Hasil Penelitian tentang budidaya Maggot : (sumber : BBPBAT Sukabumi,
Jawa Barat
dilaksanakan pada bulan April sampai Desember Tahun
Anggaran 2005 di Laboratorium Pakan, danWorkshop Pakan BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat)
Produksi
magot Calliphora sp
dari cara pemeliharaan secara terbuka disajikan pada Tabel 1, hasil
sistem tertutup disajikan pada Tabel 2 dan hasil produksi dalam selang
17 hari dari setiap wadah disajikan pada Tabel 3.
Tabel 1. Produksi maggot lalat hijau (Calliphora sp) umur 4 hari dalam bobot basah (kg) pada
sistem pemeliharaan terbuka
Tabel
2. Produksi magot Calliphora sp
umur 4 hari dalam bobot basah (kg) pada sistem pemeliharaan tertutup
Ket.
: PKM = Palm Kerneal Meal (Limbah Kelapa Sawit)
Tabel 3. Produksi maggot lalat hijau (Calliphora sp) umur 4 hari dalam bobot basah
(kg) pada sistem pemeliharaan terbuka selama 17 hari menggunakan limbah
ampas tahu (15 kg/wadah)
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
perekayasaan di Laboratorium Pakan, dan Workshop Pakan BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat,
2005 ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Model kultur
magot yang dapat menghasilkan produksi yang tinggi adalah sistem kultur
terbuka dibandingkan sistem tertutup. Dengan model ini, dapat diproduksi
magot jenis Callipora sp
dalam waktu produksi 17 hari dengan media kultur sebanyak 255 kg,
diperoleh magot sebanyak 134 kg, sedangkan untuk jenis Hermetia illucens dalam
waktu produksi 51 hari dengan media kultur sebanyak 150 kg, diperoleh
magot sebanyak 91 kg.
- Media kultur yang terbaik untuk
magot jenis Calliphora sp adalah ampas tahu,
sedangkan untuk jenisHermetia
illucens adalah bungkil sawit (PKM) yang sudah difermentasi.
Saran
Berdasarkan
hasil perekayasaan di Laboratorium Pakan, dan Workshop Pakan BBPBAT Sukabumi, Jawa
Barat, 2005 ini, disarankan :
- Jenis magot untuk
dikembangkan secara massal yang terbaik adalah Hermetia illucens dibandingkan dengan Calliphora sp. Karena Hermetia illucens pada
usia dewasa dalam kebiasaan hidupnya tidak hinggap dalam makanan
manusia dan sebagai makanan utamanya adalah saribunga. Sedangkan
Calliphora sp biasanya makanan utamanya adalah binatang yang sudah
menjadi bangkai.
- Dilihat dari kandungan proksimatnya, magot
ini dapat dijadikan sumber protein alternatif tepung ikan, sehingga ada
harapan mendapatkan protein hewani yang berkelanjutan dengan
memanfaatkan limbah industri pertanian, yaitu limbah sawit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar